Sabtu, 01 Agustus 2009

every little thing

***


do i have to tell the story, when i saw Her and of thousand memories since we first met?


do i have to tell the story, when i saw Him and of thousand steps since we first met?


every little thing She/He does is magic.
even though my life before was tragic.
every little thing She/He does is magic.
even though my life before was tragic.


every little thing of our story is a music..

mazmur

mata yang tak terang, mendadak jadi sinar bagi hati di kaki gerhana, menyiram jiwa yang telungkup, mengelus akal yang mengatup, karena bayang tubuhMu melintas di sudut kornea.

wajah yang tak riang, melonjak ke tubuh kusta, menghapus lara jadi syukur, menggores kenang tentang yang tak kurang, karena tulisan tentangMu telah datang.

aku hanya bisa menebak, kata ini tak telak lantang menyebut namaMu seperti tulusMu yang sudah gamblang. aku bahkan tak berani hanya memuji, karena pagi yang Kau beri niscaya tanda sempurna.

cintaMu deras tak henti pada mata yang tak terang, pada wajah yang tak riang, pada jiwa yang tak hidup, pada kata-kata yang tak cukup.

Selasa, 21 Juli 2009

puncta 1

dua pengemis kecil, menawariku makan.

"om, makan om. enak lho," kata si cowok sambil menyisihkan ayam lauk untuk temannya, si cewek.

olala, jalan raya, rel kereta, sirine, lampu merah, pejalan kaki, hati pura-pura.. aku cinta indonesia. enjoy jakarta.

dua bencong membawa kotak musik bukan main bisingnya.

"papa, lagu i enak to?" kata salah satu yang berbaju hitam sambil mengelus pundakku.

olala, sumpah serapah, remeh temeh, stigma hina, nirharga, semua menusuk mereka... aku cinta indonesia. enjoy jakarta.

welcome, this is me. you are in jakarta now. come on, don't be so naive. baby, i'm so lonley.

wait!

this is me. i know you! i've saw you in tv. you are susilo bambang yudhoyono isn't? wow, papa, om, sudah makan belum? lagu i bagus to?

Rabu, 15 Juli 2009

puncta

dan aku berada di hadapanmu. meletakkan hati, mengulang kesan peristiwa.
per debar, per denyut, seperti ziarah menyibak kelambu.


hari demikian jeli mereka-reka berkah, seperti pendulum. dan kau merangkum.
per mata, per sentuh, seperti bocah memilih tumbuh.